Senin, 08 Juni 2015

Balada Tangis Ibu


Balada  Tangis Ibu

Mustika Wulandari


Air Itu Menetes
Dari Sudut Mata Yang Penuh Sembilu
Lewati Kerutan  Wajah Lelah
Tetesan Tanda  Amarah
Ibu Membisu
Anak memaku
Ibu ingin dibuat bangga
Anak membuat ibu kecewa
Ibu menangis
Anak terkekeh
Ibu lelah bekerja
Anak bergembira ria
Sampai ibu tiada
Anak menangis terluka

Selasa, 28 April 2015

motivasi siang part 1

"bolehkah aku berfikir sejenak untuk memikirkan kata-kata apa yang akan aku lontarkan ketika berdiri didepan ? beri aku sedikit waktu untuk memikirkannya, namun setelah itu beri aku waktu untuk merangkai kata-katanya, dan setelah itu beri aku waktu untuk berbicara" ujarku ketika disuruh maju keatas panggung. "berapa lama yang kamu butuhkan? kenapa harus memikirkannya sekarang? bukankah telah aku beri kamu waktu satu minggu untuk mempersiapkan materi? aku beri kamu waktu lima menit untuk merangkainya" cetusnya ketika mendengar permohonanku. mungkin aku baru menghela nafas tiba-tiba namaku disebut oleh host "yak peserta pertama yang akan memberikan motivasinya pada kita siang ini adalah seorang mahasiswa dari jurusan komunikasi semester 2, mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah, LAILATUR RAHMAH... silahkan laila, it's time for you." dengan detakan jantung yang sangat kencang dari biasanya membuat tubuh ini gemetaran, mulai melangkahkan kaki pertama untuk maju keatas panggung. gugup memang sudah jadi santapan wajib untuk setiap para peserta. namun aku tidak punya persiapan sedikitpun. dengan modal nekad aku mencoba untuk melakukannya. saat aku tiba di atas panggunug, aku mengambil microfon yang telah disediakan panitia. "assalammualaikum wr wb, lima menit adalah waktu yang singkat untuk berfikir, bahkan sangat singkat untuk merangkai kata-kata. lalu apa yang harus anda lakukan dengan lima menit itu? hayo apa ada yang bisa maju kedepan untuk berbicara dalam waktu lima menit dengan tema yang menarik? (audience terdiam sejenak) oke, perlu anda ketahui lima menit ini bukanlah waktu yang singkat, coba bayangkan 1 menit adalah 60 detik, lalu coba dikalikan 60 detik di kali 5 menit maka hasilnya adalah 300 detik. wow mari kita ubah persepsi. jangan lagi sebut waktu itu dengan menit, lalu ubahlah menjadi detik. maka akan bermakna besar. pesan dari saya siang ini yaitu janganlah anda remehkan apapun itu yang sedikit karena yang sedikit itu lebih berarti banyak dari pada yang besar. (do nothing get nothing, do litle get litle,  litle is better than nothing) please write my argument ! i think that's all. thanks for attention. sorry about my mistake. wa akhiron astaudi'umukullah huwa ilallikok, wassalammualaikum warohmatullah hiwabarokatu" lalu semua penonton berdiri memberikan tepuk tangan yang meriah. wah aku tidak menyangka dengan motivasi singkat ini dapat memberikan semangat para audience..
To Be Continue...

Selasa, 31 Maret 2015

Aku Yang Tak Bisa

Karya : Yuni Yuliani Putri

Ketika cinta mulai bersemi
Rasa hatiku ingin mnerimamu kembali
Ku Menyadari bahwa hatiku berhenti dihatimu
sebagai tempat persinggahan abadi cintaku

  Tapi, hatiku yang masih menyayangimu
  tak bisa tuk kembali merangkai cerita cinta kita bersama lagi
  Bahkan tubuhku yang masih membutuhkanmu,
  Tak dapat merasakan hal yang sama seperti dulu

Mungkin karena hatiku yang telah terbiasa untuk sendiri
     atau karena
Hatiku yang telah terlanjur kecewa olehmu

Sabtu, 14 Maret 2015

Bersinar Kembali

Karya : Yuni Yuliani Putri

Masih terukir I Nama dalam ingatanku
Walau sempat pernah terlupa

masih terasa manisnya cainta dalam hatiku
Walau sejenak pernah menghilang

Masih Teringat kata-kata cinta dalam otakku
Walau pernah terabaikan

DAN

Masih terlukis janji bersama dalam benakku
Meski pernah kita ingkari berdua

Walau dan meski telah memudar, tetapi apa yang pernah terlupa,
menghuilang, terabaikan dan teringkari, semuanya masih 
indah didalam hatiku

Aku harap semuanyakan bersinar indah lagi

Jumat, 13 Maret 2015

Tetaplah Jadi Diri Sendiri


Sumber : http://iphincow.wordpress.com
Tidak dapat disangkal bahwa pada dasarnya setiap orang tentu ingin menjadi orang yang sukses. Ingin menjadi seperti orang yang dikaguminya, dan mungkin juga setiap orang pernah merasakan iri dengan kesuksesan serta kemampuan yang dimiliki oleh orang lain, entah sahabat, teman maupun rekan kerjanya. Namun yakinlah jika perasaan tersebut ada pada diri anda, itu terjadi hanya karena anda ingin menjadi seorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan jangan sampai anda memaksakan diri untuk menjadi apa yang sebenarnya “bukan diri anda” atau memaksakan kegiatan yang pada dasarnya bukan passion anda. Dan setiap orang tentunya mempunyai passion serta pilihan jalur perjalanan hidup mereka masing-masing.

Manusia tidak akan pernah lepas dari yang namanya keraguan, seyakin apapun ia terhadap dirinya sendiri, tentunya akan ada suat masa di mana manusia akan melihat bagaimana keberhasilan orang lain akan mempengaruhi pilihan dan kepribadiannya. Mulanya ia hendak ke kanan, lalu karena pikiran dan kesuksesan orang lain di jalur lainnya, akhirnya ia ragu akan pilihannya dan ia pun mencoba memilih jalur lain tersebut. (pengalaman pribadi)

Bila anda mengalami hal seperti ini, cobalah untuk berhenti sejenak, merenung, dan mulailah untuk mempertimbangkannya secara lebih mendalam. Bisa jadi, apa yang kita pikirkan saat mengubah jalur tersebut hanyalah sebuah keputusan emosional belaka, hanya karena rasa iri kita melihat orang lain merasakan kebahagiaan di jalur lainnya tersebut. Padahal belum tentu nantinya anda akan berhasil seperti orang lain tersebut yang berbeda arah perjalanan dengan anda tersebut.

Maka berhentilah sejenak, pikirkanlah kembali! tunda keputusan untuk mengambil jalur lain. Coba tanyakan kembali pada diri kita masing-masing, seserius apa keinginan kita untuk pindah jalur? Apakah semua resiko sudah dihitung dengan baik? Penulis sendiri pernah mengalami situasi seperti ilustrasi tersebut dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk tetap bertahan di jalur milik sendiri walaupun hampir berpaling ke jalur lain.

“Menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya itu jauh lebih baik dari pada memaksakan untuk menjadi seperti orang lain.”

Kutipan di atas menggambarkan betapa lebih baiknya mensyukuri perkembangan yang dialami oleh diri kita, dibandingkan dengan memaksakan diri untuk menjadi lebih baik dengan cara menjadi orang lain. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dalam menjalani kehidupannya, setiap orang itu tentunya mempunyai banyak sekali role model yang ia jadikan acuan baginya untuk mengembangkan diri. Namun bukan berari dengan begitu kita musti meniru sepenuhnya apa yang dilakukan oleh role model kita. Akan lebih baik jika kita mampu mem-filter dan terlebih dahulu kita sesuaikan dengan passion kita. Karena mau bagaimanapun juga kita tidak akan mampu menjadi orang yang sama dengan role model yang kita ikuti.

“Hargailah setiap jengkal perkembangan yang terjadi pada diri kita dari waktu ke waktu, itu jauh lebih baik daripada kita harus disibukkan dengan membandingkan diri kita dengan orang lain yang mengambil jalur yang berbeda dengan kita.”



Biar saja orang-orang mengkritik dan mencemooh bentuk tubuh kita, kemiskinan kita, dan segala kekurangan kita. Namun, selama kita tahu cara bagaimana memanfaatkan segenap potensi kita, maka keberhasilan tak akan lari kemana. Bukankah demikian?
Menghargai diri sendiri akan menjadi titik awal keberhasilan. Menghargai diri sendiri adalah titik tolak kesuksesan di masa depan. Alasannya adalah seperti apa kita memandang diri sendiri, seperti itulah kita akan terlihat dan terbentuk. Kalau kita menganggap diri pantas untuk sukses, kita akan bersikap layaknya orang sukses. Disiplin terhadap waktu, matang ketika membuat keputusan, jujur ketika berbicara, produktif ketika bekerja, adil ketika bertransaksi. Siapa yang tak mau bekerjasama dengan orang semacam ini? Perusahaan atau majikan mana yang tak mau memperkerjakannya? Bisnis apa yang tak maju dijalankan olehnya?
Sebaliknya, kalau kita tak menghargai diri sendiri, menganggap diri tak mampu, bodoh, jelek, dan tak layak sukses; maka seperti itu pulalah kita akan terlihat dan terbentuk. Langkah pelan, punggung membungkuk, bahu melorot, kepala menunduk, wajah memerah, bicara terbata-bata, sehingga yang terlihat adalah sosok yang bodoh dan minder, persis seperti anggapan kita. Siapa yang mau bergaul dengan orang semacam ini? Bagaimana ia bisa sukses di masa depan?
Seberapa besar kita “menyukai diri sendiri” akan menentukan seberapa besar kita “menyukai hidup”, yang kemudian akan menentukan seberapa besar “pencapaian” kita dalam hidup. Menghargai diri sendiri itu bukan berarti egois (mementingkan diri sendiri). Justru kedua hal itu sangat bertolak belakang. Orang yang egois selalu ingin menjadi pusat perhatian, haus penghargaan, dan kurang peduli pada orang-orang disekelilinginya.
Sebaliknya, menghargai diri sendiri berarti mampu menyeimbangkan antara kebutuhan diri sendiri dengan kebutuhan orang lain. Kita peduli pada kepentingan orang lain dan berusaha membantu semampu kita.
Kita merasa senang dan bangga bila berhasil, namun tak merasa perlu mengumumkan keberhasilan kita pada orang lain demi mendapat perhatian dan pujian. Kita menerima segala kekurangan diri sambil terus berusaha keras memperbaiki diri agar senantiasa mendapat nilai plus di hadapan Tuhan, sang pencipta hidup kita.
Banyak cara untuk menghargai dan memperlakukan diri sendiri secara positif. Salah satunya adalah dengan “menjaga citra diri”. Bila kita mampu menghargai diri sendiri, maka “citra diri” kita akan terjaga. Tidak melakukan hal-hal yang mengandung unsur dosa dan maksiat adalah wujud penghargaan terhadap diri sendiri yang akan menjaga citra diri kita. Jika citra diri kita dapat terjaga dengan baik, maka penghargaan kita terhadap diri sendiri pun akan terpelihara. Begitulah seperti mata rantai yang saling terkait.
Cara lain untuk menghargai diri sendiri adalah dengan “berbicara positif tentang diri.” Berbicara positif tentang diri sendiri berarti menegaskan tentang siapa jati diri kita, keyakinan-keyakinan kita akan kebenaran, dan bukannya untuk menghidupkan kesombongan. Karena siapapun orangnya pasti tidak suka kesombongan, bahkan dalam semua ajaran agama apapun amat sangat benci dengan kesombongan.
Berbicara yang baik tentang diri sendiri merupakan cara untuk me-maintenance pikiran dan perilaku kita supaya tetap positif. Itulah kenapa dalam pelatihan-pelatihan motivasi biasanya kita diminta membuat daftar kelebihan diri. Karena memahami kelebihan diri dapat meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri, memberi motivasi untuk berfokus mengembangkan kelebihan dibanding menyesali kelemahan diri.
Menurut para ahli psikomotorik, jika kita sering mengucapkan hal-hal positif tentang diri sendiri, baik ketika akan tidur maupun saat bangun, alam bawah sadar akan bekerja sehingga segenap pikiran kita dipenuhi hal-hal positif setiap saat. Itulah kenapa orang-orang sukses melakukan hal ini.
Tuhan menyuruh kita berpikir positif. Apapun yang kita sangka, maka itulah yang kita dapatkan. Jika kita menyangka sesuatu yang baik, maka kita akan mendapatkannya yang baik pula. Dan jika kita menyangka sesuatu yang buruk, kita pun akan mendapatkannya yang buruk. Jadi, kenapa kita tidak menyangka yang baik saja?
Ok, buat semua saudaraku para BMI di bumi Formosa; “Selamat bekerja dan berjuang , semoga sehat dan sukses selalu menyertai Anda semua.” Tetap semangat dan berpikir optimis, hargailah diri sendiri dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Menghargai orang lain adalah suatu keharusan, karena hidup ini adalah untuk saling menghargai, kasih mengasihi, saling asuh, saling bahu membahu. Namun timbul pertanyaan, bagaimana seseorang bisa menghargai diri kita? Jawabnya sederhana saja, jadi intinya adalah jika kita menghargai orang lain maka orang lain juga akan menghargai kita.
Pertanyaan lagi, bagaimana kalau saya selalu berbuat baik terus orang lain membalas dengan kejahatan, seperti pepatah kita mengatakan “air susu di balas dengan air tuba” , jawabnya adalah, coba kita lihat kebelakang (masa lalu) kita dan kaji kembali apa yang pernah kita lakukan, sang pencipta menciptakan segala yang ada di muka bumi ini dengan berpasang-pasangan, kaya-miskin, susah-senang, sehat-sakit, BAIK-JAHAT, laki-perempuan dan masih banyak lagi.
Kenapa yang baik-jahat di tebalkan ya?
jangan di pikirkan sobat karna itu menyangkut apa yang saya bicarakan. Jadi begini, hidup memang tak pernah lari dari kesalahan, oleh karna itu kita jangan menyalahkan diri sendiri krna tuhan selalu memberikan yang baik buat hambanya, cuma kita sebagai hamba ini yang tidak mau tau apa yang Tuhan berikan kepada kita sebagai hambanya.

Anda memiliki penilaian psitif pada diri Anda sendiri. Anda mengenal diri Anda secara baik. Anda memiliki penerimaan diri yang kualitasnya lebih mungkin mengarah ke kerendahan hati dan ke kedermawanan.

Anda dapat menyimpan informasi tentang diri sendiri – informasi negatif maupun positif. Anda seorang yang optimis, penuh percaya diri, dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Anda menganggap hidup adalah suatu proses penemuan. Anda berharap kehidupan dapat membuat diri Anda senang, dapat memberikan kejutan, dan memberikan imbalan.

Sumber : http://iphincow.wordpress.com

Cintaku & Dirimu

Oleh : Yuni Yuliani Putri

Kasih . . . .
Taukah engkau bagaimana sifat karang dilautan ?
Jika kau tau, begitulah sifat cintaku padamu
Tetap bertahan walau sering ombak menepisnya
Bahkan tak akan rapuh disetiap bagiannya

Sayang . . . 
Ketahuilah benda-benda penghias langit malam 
Ada bulan & juga bintang yang begitu indah
Seperti dirimu yang terlukis indah dihatiku 

Anak Perantauan


Ibu…..
Aku Pergi Jauh…
Jauh meninggalkan kalian yang dikampung…
Janganlah bersedih, hapuslah air mata mu..
Doakanlah aku , untuk selalu berada dalam lindungan-Nya,

Ibu jauh aku dari mu..
Jauh menyusuri jalan kehidupan ini..
Janganlah pernah ragu dengan Anakmu ini,,
Dalam memilih jalan hidup ini..


Ibu.. terimalah Sarung ini,,
yang akan membuat tubuh mu hangat..
Ibu,, terimalah Kecupan ini..
yang akan memperkuat hati dan jiwa mu,

Ajarilah aku bagaimana susahnya hidup
Apapun yang aku lakukan, dapatlah hasil yang maksimal,
Doakanlah selalu anakmu dalam menjalani hidup ini,
Hingga aku berhasil..

Kamis, 12 Maret 2015

Kutemukan Cahaya Cinta Di Halaqoh





             Berawal dari hari-hariku yang penuh dengan kesenangan dunia yang kagungkan, aku merasa dunia ini adalah segala-galanya. Tapi ternyata penilaianku salah. Ketika itu selembar kertas pengumuman menempel disuatu Majalah Dinding (Mading) sekolahku, yang dulunya aku tak pernah mendengar pengumuman itu, ternyata isi pengumamn tersebuat adalah ajakan untuk mengikuti sebuah pesantren kilat di bulan Ramadhan 1431 H. Tetapi bukan pesantren kilat namanya, panitia memberi nama Pondok Indah Ramadhan (PIR) yang pada tahun itu baru beranjak ke season 4. Awalnya tak acuh dengan kegiatan itu, namun entah kenapa ingin rasanya mengikuti kegiatan itu, disamping penasaran karena namanya yang terasa aneh bagiku. Aku pun berusaha mencari alamat pendaftarannya yang tertera di pengumuman itu. Maklumlah, saat itu aku lebih lama diperantauan daripada kampung sendiri.
          Lelah kumencari ke sana-sini alamat pendaftarannya, Alhamdulillah akhirnya kutemukan juga alamat yang kucari-cari, ternyata itu adalah sebuah markaz dakwah. Aku bertanya-tanya pada hari itu “Markaz dakwah kok banyak mainan anak-anak ya....?” heheh.... Tetapi aku tak peduli dengan pertanyaanku sendiri. Niatku disini hanya ingin mengikuti kegiatan yang tertera di pengumuman tadi pagi, tidak ada pertanyaan lain yang aneh-aneh.  Setelah lama melihat-lihat, akhirnya aku menemukan salah satu panitia yang menunggu pendaftaran acara itu, dan aku pun berbincang-bincang lama dengan panitia itu mengenai kegiatan yang mereka adakan. Tidak lama kemudian, karena merasa bosan aku pun izin pulang. Sebelum pulang salah satu dari mereka memberikan formulir pendaftarannya serta surat izin dari orang tua untuk mengikuti acara itu.
            Ditengah perjalanan dengan motor yang sering kubawa, aku teringat dengan kawan-kawan dan aku berniat mengajak mereka mengikuti kegiatan itu. Setelah beberapa lama di atas motor aku bertemu dengan mereka, yang pada saat itu mereka sedang asyik menobrol. Awalnya mereka tak setuju untuk mengikuti acara itu, aku pun berusaha mencari jalan agar mereka mau mengikutinya. Salah satu darimereka setuju yang akhirnya semua kawan-kawanku ikut dalam acara itu. Kami berlima akhirnya mengikuti acara itu.
            Diakhir acara itu ada pembagian kelompok-kelompok yang awalnya aku tak mengerti kelompok apa itu. Aku mendapat kelompok bersama ustadz Lukman Sari, SE. Satu dua kali pertemuan berjalan dengan lancar, tapi pertemuan selanjutnya aku tak pernah hadir lagi. Setelah beberapa bulan meninggalkan kelompok, perasaan hati tak tenang karena tidak mengikuti kelompok itu. Dan akhirnya aku kembali ikut dalam kelompok yang lain dari ajakan kawan tentunya, entah kenapa aku lebih merasa nyaman setelah mendalamani kelompok itu, ternyata kelompok yang aku bangga-banggakan mempunyai nama lain yakni Halaqoh atau Liqa’  aku baru sadar bahwa itulah nama lain dari kelompok  itu. Aku pun semakin bersemangat utuk melakoninya, tetapi hanya beberapa bulan berjalan tiba-tiba aku berhenti tak tau apa yang terjadi. Aku bingung harus dimana lagi aku menemukan dan mencariHalaqoh seperti itu yang telah membukakan hati ku, apakah aku harus menunggu acara PIR 6  tahun depan?  itu mustahil bagiku. Tekadku untuk mencari ilmu kala itu sangat tinggi, sehingga aku tak peduli apa kata orang, akhirnya ada kawan yang memberikan masukan dimana aku harus menemukan halaqoh. Dan Alhamdulillah akhirnya aku dapat juga menemukannya.
            Aku merasa senang, karena bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, aku sangat bersyukur pada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk berkumpul dan satu Halaqohserta dapat bergabung bersama orang yang luar biasa bagiku. Murabbi-ku (Guru) kala itu adalah Ustadz Adnan,S.Ag. Pertemuan pertama kami hanya bertukar pikiran bagaimana kedepannya Halaqoh ini.
            Intifadho, nama halaqoh-ku yang diambil dari tekad yang kuat dan kreatifitas dari kawan-kawanku untuk berbuat kebaikan. Dengan adanya nama Liqa’ yang luar biasa ini kami pun semakin bersemangat untuk selalu Liqa’ dan di Tarbiyah ini. Karena Murabbi-ku (guru) sering mengatakan kepada kami “Tarbiyah bukan segalanya, tetapi segala sesuatu berawal dari tarbiyah”  begitulah awal kecintaan ku pada tarbiyah yang diberikan Murabbi-ku. Dan karena Tarbiyah-lah aku dapat meraih jejak-jejakku yang membanggakan, Alhamdulillah.
            Usai sholat isya, rutinitas ini tak asing lagi aku lakukan sebagai penyeimbang hari-hariku dalam sepekan. Sudah pastinya aku ingin menjadi mentor yang baik dan orang yang bermanfaat bagi masyarakat, jadi aku harus banyak bersabar untuk mencapai impian yang gemilang itu. Malam itu juga aku melihat kawan-kawan se-Halaqohku yang sudah pada berkumpul ditempat biasa kami bertemu. Sambil menunggu kawan yang lain kami asyik ngobrol sana sini satu dengan yang lain. Tidak lama kemudian kami telah berkumpul semuanya dirumah sang Murabbi, dan kami bersiap-siap menyimak materi yang diberikan Murabbi untuk kami bawa pulang pastinya sebagai oleh-oleh kami. Dan untuk dapat kami amalkan di aktivitas sehar-hari tentunya.
            Materi yang pernah diberikan murabbi-ku  di majlis ilmu ini sangatlah luar biasa mulai dariTafsir Al-Qur’an, Tahsin, Hadist-hadist, kemudian Ma’rifatullah, ma’rifaturrasul, ghozul fikri, dan masih banyak materi yang luar biasa yang diberikan kepada kami yang memenuhi aktivitas kami sehari-hari. Di dalam Halaqoh ini selain aku mendapatkan ilmu dari sang Murabbi, yang lebih asyiknya lagi kami bisa curhat dengan Murabbi baik seputar sekolah/kampus, masalah sosial di lingkungan masyarakat, atau masalah seputar persahabatan bahkan masalah pernikahan juga boleh  hehe...
            Begitulah kami para haus ilmu, yang tiada henti-hentinya mencari ilmu dan tak pernah berhenti menyusuri lembah-lembah yang berduri hanya untuk mendapatkan ilmu, baik ilmu yang berbicara tentang dunia maupun yang berbicara tentang akhirat. Sungguh luar biasa memang Tarbiyah ini, nyesal dech kalau gak mengikutinya. Karena kami ingin mencari ilmu seperti lyirik lagu maidany “Jejak”
                        Menapaki langkah-langkah berduri
                        Menyusuri rawa lembah dan hutan
                        Berjalan diantara tebing jurang
                        Semua dilalui demi perjuangan
                        Letih tubuh didalam perjalanan
                        Saat hujan dan badai merasuki badan
                        Namun jiwa harus terus bertahan
                        Karena perjalanan masih panjang
            Dalam tarbiyah ini aku merasakan keseimbangan Ruhiyyah (Keimanan) dengan membaca Al-Qur’an, dan Al-Ma’tsurat, Fikriyah (pemikiran) dengan materi tarbiyah dan Jasadiyah (fisik)  atau Rihlah(jalan-jalan/ travelling) ataupun Riyadhoh (olahraga) karena keseimbangan inilah aku mengenal siapa diriku.
            Maka dari itu tidak ada alasan bagiku untuk tidak Tarbiyah lagi, walaupun aku jauh diperantauan tetapi tekad untuk Halaqoh tak akan aku sirnakan. Walaupun hujan badai yang menghadang, karena aku ingin mencapai kesuksesan dan impian ku. Seperti lyirik lagu izzatul islam .
                        Ribuan langkah kau tapaki
                        Pelosok negri kau sambangi
                        Tanpa kenal lelah jemuh
                        Sampaikan firman tuhanmu
                        Terik matahari tak surutkan langkahmu
                        Deru hujan badai tak lunturkan azzammu
                        Raga kan terluka tak jerihkan nyalimu
                        Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu
                        Semua makhluk bertasbih
                        Panjatkan ampun bagimu
                        Semua makhluk berdoa
                        Limpahkan rahmat atas mu....
            Oleh karena itu aku tak ragu lagi untuk hidup bersama Tarbiyah ini yang menjadikan buah cinta kepribadianku. Insya allah aku akan selalu mencintai Tarbiyah ini .

Sumber : http://banchien.blogspot.com/

Selasa, 10 Maret 2015

Inginku

Karya : Yuni Yuliani Putri

Aku ingin menggenggam semua isi bumi
Seperti yang pernah tersirat dalam relung hati
Sejenak napaskupun terhenti dan tersadar dalam secarik mimpi

     Begitu besar keinginanku untuk memilikimu
     Seperti apa yang pernah menjadi anganku
     Meski suatu saat nanti tuhankan memanggil jiwaku
     Tak akan pernah jiwa kan meninggalkan ragaku
     Karna aku ingin bersamamu selalu

Ku juga ingin memiliki mutiara mimpi
Karna dengan itulah kan ku ukir cahaya cintaku nanti
Agar cintaku kan selalu kekal abadi

Video Akhir Zaman

Sebuah video akhir zaman yang bisa dijadikan pelajaran untuk menjadikan pribadi yang lebih baik. akhir zaman memang diwarnai oleh keindahan dan berbagai macam kejadian yang tak terduga. akan tetapi itu semua merupakan kehendak.
Berikut Videonya, Karya Lailatur Rahma

Minggu, 08 Maret 2015

Al-Qur'an In Word

Assalamualikum Tenam-teman



Nah kali ini saya akan berbagi software yang ukuranya kecil akan tetapi sangat bermanfaat.  namanya al-qur'an in word, jika di instal software ini akan muncul di Microsoft Word anda di menu paling terakhir. fungsinya adalah untuk membuat ayat-ayat al-qur'an berseta terjemahanya. jadi tidak perlu repot-repot untuk mengetik ayat al-qur'an yang penjang-panjang
bagi yang ingin mencobanya silahkan download disini

Sabtu, 07 Maret 2015

Perasaanku

Karya : Yuni Yuliani Putri

Seraya ku pilih ribuan kata indah untuk ku persembahkan padamu
Tapi tak bisa sempurna untuk ku rangkain menjadi bait
Beberapa bait indah yang tersusun  menjadi sebuah puisi

      Tapi setiap isi hatiku tak mampu ku ungkapkan dengan puisi
      Andai diamku bisa berbicara, maka semua kan terungkap
      Dan andai rasa ini menjadi suara, kan ku biarkan ia meluapkan tentang apa yang ia rasa

Pantaskah aku mengadu pada lautan ketika mentari sedang bertugas
Mengadukan tentang apa yang hatiku rasakan agar ombak dapat menyampaikannya
Dan mungkin ia akan menyampaikan seperti keindahan pelangi yang penuh dengan warna

Jumat, 06 Maret 2015

Cara Membuat Kolom Komentar Facebook Di Blogger

Untuk membuat kolom komentar fecebook di blogger ikuti langkah-langkah berikut ini :

MENDAPATKAN ID FACEBOOK
     Id Facebook berfungsi untuk menghubungkan facebook dengan blogger, untuk mendapatkan id facebook caranya :

  1. Login fecebook anda
  2. kemudian klik  Facebook App 
  3. setelah muncul halama facebook App, klik Register Now
  4. Akan muncul halaman Registrasi as a Facebook Developer, pilih satu kemudian klik daftar
  5. akan muncul keterangan dalam bahasa inggris yang mengatakan bahwa anda telah sukses meregitrasi, anda klik selesai
  6. akan muncul halaman Add a New App, anda pilih website 
  7. Quick Star for Website anda pilih Skip and Create App ID
  8. pada halaman create new app id . Display Name anda isikan sesuai dengan nama blog anda, Namaspace dikosangkan saja. dan kategori anda pilih Aplikasi Untuk Halaman. klik create App ID                                                
  9. akan muncul captcha, isikan captcha, klik kirim.
  10. Anda telah selesai registrasi, simpan id facebook anda
setelah selesai registrasi app facebook dan telah mendapatkan id facebook, selanjutnya kita akan memulai membuat kolom koentar facebook di blog. ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Login ke blog anda
  2. kemudian pilih template - edit HTML.
  3. Cari Kode : <div class='comments' id='comments'>
  4. Copy atau salin Kode Script yang tertera di bawah ini, dan selanjunya Pastekan tepat di bawah Kode : <div class='comments' id='comments'>                                                                                biasanya   <div class='comments' id='comments'>   terdapat dua, anda fastekan dibawah <div class='comments' id='comments'>    yang kedua, akan tetapi jika setelah di save tidak muncul form komentar facebook anda fastekan di bawah <div class='comments' id='comments'>    yang pertama                                                                                                                                                                                                                                                                                                <div class='comments-tab' id='fb-comments' onclick='javascript:commentToggle("#fb-comments");' title='Comments made with Facebook'><img class='comments-tab-icon' src='http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yH/r/eIpbnVKI9lR.png'/><fb:comments-count expr:href='data:post.url'/> Comments</div><div class='comments-tab inactive-select-tab' id='blogger-comments' onclick='javascript:commentToggle("#blogger-comments");' title='Comments from Blogger'><img class='comments-tab-icon' src='http://www.blogger.com/img/icon_logo32.gif'/> <data:post.numComments/> Comments</div><div class='clear'/></div><div class='comments-page' id='fb-comments-page'><b:if cond='data:blog.pageType == "item"'><div id='fb-root'/><fb:comments expr:href='data:post.url' num_posts='2' width='550'/></b:if></div><div class='comments comments-page' id='blogger-comments-page'><script src='http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1'/><script src='http://code.jquery.com/jquery-latest.js'/><meta content='IDFANPAGEFACEBOOK' property='fb:admins'/><script type='text/javascript'>function commentToggle(selectTab) {$(".comments-tab").addClass("inactive-select-tab");$(selectTab).removeClass("inactive-select-tab");$(".comments-page").hide();$(selectTab + "-page").show();}</script><style>.comments-page { background-color: #f2f2f2;}#blogger-comments-page { padding: 0px 5px; display: none;}.comments-tab { float: left; padding: 5px; margin-right: 3px; cursor: pointer; background-color: #f2f2f2;}.comments-tab-icon { height: 14px; width: auto; margin-right: 3px;}.comments-tab:hover { background-color: #eeeeee;}.inactive-select-tab { background-color: #d1d1d1;}</style>
  5.  Ganti Tulisan berwarna biru dengan ID FACEBOOK yang telah didapatkan tadi
  6. klik simpan
Itulah tutorial membuat kolom komentar facebook di blog. semoga bermanfaat :) amin ....
apabila ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi saya melalui contact yang di blog ini.