"bolehkah aku berfikir sejenak untuk memikirkan kata-kata apa yang akan
aku lontarkan ketika berdiri didepan ? beri aku sedikit waktu untuk
memikirkannya, namun setelah itu beri aku waktu untuk merangkai
kata-katanya, dan setelah itu beri aku waktu untuk berbicara" ujarku
ketika disuruh maju keatas panggung. "berapa lama yang kamu butuhkan?
kenapa harus memikirkannya sekarang? bukankah telah aku beri kamu waktu
satu minggu untuk mempersiapkan materi? aku beri kamu waktu lima menit
untuk merangkainya" cetusnya ketika mendengar permohonanku. mungkin aku
baru menghela nafas tiba-tiba namaku disebut oleh host "yak peserta
pertama yang akan memberikan motivasinya pada kita siang ini adalah
seorang mahasiswa dari jurusan komunikasi semester 2, mari kita sambut
dengan tepuk tangan yang meriah, LAILATUR RAHMAH... silahkan laila, it's
time for you." dengan detakan jantung yang sangat kencang dari biasanya
membuat tubuh ini gemetaran, mulai melangkahkan kaki pertama untuk maju
keatas panggung. gugup memang sudah jadi santapan wajib untuk setiap
para peserta. namun aku tidak punya persiapan sedikitpun. dengan modal
nekad aku mencoba untuk melakukannya. saat aku tiba di atas panggunug,
aku mengambil microfon yang telah disediakan panitia. "assalammualaikum
wr wb, lima menit adalah waktu yang singkat untuk berfikir, bahkan
sangat singkat untuk merangkai kata-kata. lalu apa yang harus anda
lakukan dengan lima menit itu? hayo apa ada yang bisa maju kedepan untuk
berbicara dalam waktu lima menit dengan tema yang menarik? (audience
terdiam sejenak) oke, perlu anda ketahui lima menit ini bukanlah waktu
yang singkat, coba bayangkan 1 menit adalah 60 detik, lalu coba
dikalikan 60 detik di kali 5 menit maka hasilnya adalah 300 detik. wow
mari kita ubah persepsi. jangan lagi sebut waktu itu dengan menit, lalu
ubahlah menjadi detik. maka akan bermakna besar. pesan dari saya siang
ini yaitu janganlah anda remehkan apapun itu yang sedikit karena yang
sedikit itu lebih berarti banyak dari pada yang besar. (do nothing get
nothing, do litle get litle, litle is better than nothing) please write
my argument ! i think that's all. thanks for attention. sorry about my
mistake. wa akhiron astaudi'umukullah huwa ilallikok, wassalammualaikum
warohmatullah hiwabarokatu" lalu semua penonton berdiri memberikan tepuk
tangan yang meriah. wah aku tidak menyangka dengan motivasi singkat ini
dapat memberikan semangat para audience..
To Be Continue...
To Be Continue...